Catatan Akhir Tahun, Jangan Gengsi

  • Whatsapp
Catatan Akhir Tahun, Jangan Gengsi
Prof Husain Syam, Rektor UNM

PEMERINTAHAN di Sulbar harus banyak berinisiatif dan melakukan inovasi demi kepentingan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Termasuk dalam memanfaatkan potensi lokal maupun sumber daya manusia asal Sulawesi Barat yang banyak berkiprah dan menjadi figur di luar daerah.

Pemda harus dapat mengolah dan mengoptimalkan potensi tersebut menjadi sebuah kekuatan pendukung dan penopang program-program pembangunan dan agresfitas pengembangan wilayah.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM, Prof Husain Syam saat mengurai catatan akhir tahunnya, belum lama ini.

Prof Husain mengawali penuturannya dengan apresiasi atas pencapaian Sulbar sejauh ini. Namun, bukan berarti tanpa kekurangan. Perlu pembenahan agar lebih baik lagi.

Karena itu, momentum akhir tahun ini baiknya dijadikan ruang untuk kembali memupuk kepedulian bersama, dan bersinergi demi kepentingan rakyat Sulbar. Kedepan semua pihak harus bisa mengambil peran terbaik, utamanya para pemangku kebijakan di daerah.

Ia pun mendorong agar akhir tahun ini jadi momen merefleksi kembali pencapaian yang ada. “Tidak sekadar berjalan terus tanpa ada evaluasi,” ujar Rektor yang dikenal dengan akronim ‘PHS’ tersebut.

Ia meyakini bahwa pemerintahan dan stakeholder di Sulbar telah memiliki catatan-catatan tersendiri mengenai dinamika yang berkembang dalam kurun waktu setahun ini.

“Catatan-catatan yang baik yang kita punya itu, akan menjadi singgungan-singgungan yang bisa kita lakukan untuk lebih memaksimakan keberadaan Sulawesi Barat sebagai provinsi,” terangnya.

Selain itu, ia berharap pemerintahan di Sulbar tidak terkesan mengabaikan kekurangan yang ada, sebab akan berdampak pada upaya daerah ini mengejar ketertinggalan.

Ia mencontohkan, dalam beberapa even maupun agenda pembangunan nasional, nama Sulbar selalu mengemuka. Sayangnya, menjadi yang terbelakang. Seperti Porprov, lalu.

“Tidak harus selalu tidak peduli, dan kemudian setiap even yang ada kita selalu “kanjoliq” (terbelakang). Kita tentu tidak mau “kanjoliq” terus,” sebutnya.

Karena itu, ia mendorong agar penghujung 2021, dijadikan wadah melakukan evaluasi bersama. Dalam berbagai hal.

“Salah satu cara untuk membuat kita keluar dari zona “kanjoliq” tadi, ya harus evaluasi. Mana yang sudah baik, tentu kita teruskan. Mana yang relatif masih kurang, mari kita lakukan sinergitas disitu,” paparnya.

Tidak kalah pentingnya, kata dia, bagaimana betul-betul mengoptimalkan kekuatan sumber daya Sulbar yang memang memiliki kompetensi untuk turut memajukan daerah dan menghadirkan kesejahtreaan rakyat secara merata.

Jangan sampai terbentur gengsi, apalagi merasa malu meminta bantuan atau dukungan dari manapun. Terutama dari putra daerah yang ada dan sukses di perantauan.

“Kami selaku ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulbar (KKMSB) Sulsel dan teman-teman sering berdiskusi, dan hasil pemikiran itu kita teruskan ke daerah. Harapannya bisa ada follow up. Tapi, sejauh ini masih relatif kurang,” ungkapnya.

Menghadirkan daerah yang lebih baik dan maju, sambung Prof Husain, menuntut kebersamaan, dan sinergitas berkelanjutan.

Jika hal tersebut terealisasi, ia optimistis beragam problem dan tantangan kedepan akan mudah dilalui. Sulbar akan lebih menggeliat lagi.

“Kita selalu siap memberikan sumbangsi pemikiran sebagai represtasi warga Sulbar di perantauan. Saran dan ide-ide akan terus kita rumuskan, dan saya kira ini belum terlambat kita bangun bersama,” paparnya.

Tahun 2022, adalah momen saling menguatkan, melakukan recovery bersama dalam rangka mengencangkan pembangunan daerah sesuai potensi dan peran masing-masing pihak.

Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian Sulbar tak kalah dengan daerah lain. Tahun depan pengelolaannya harus bisa dimaksimalkan, utamanya oleh pemerintahan di Sulbar.

“Karena dari situ akan dapat meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Sulbar dan menekan angka Stunting (problem pertumbuhan anak) daerah kita,” terang Prof Husain Syam.

“Kalau bisa kita lakukan (pembenahan) dengan baik, yakin dan percaya Sulbar akan bergerak naik,” tutup PHS. (chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *