Setahun Pasca Gempa, BPBD Perkuat Mitigasi Bencana

  • Whatsapp
Setahun Pasca Gempa, BPBD Perkuat Mitigasi Bencana
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Sulawesi Barat Amri Ekasakti saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat 14 Januari 2022.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Sulawesi Barat meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan mengahadapi bencana.

Itu juga sebagai bahan refleksi memperingati satu tahun pasca gempa Sulbar berkekuatan 6,2 SR. Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus terus ditingkatkan.

Alasanya, sampai saat ini, belum ada ahli dan institusi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa bumi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Sulawesi Barat Amri Ekasakti mengatakan secara geologi, wilayah Sulbar merupakan morfologi perbukitan hingga perbukitan terjal, lembah dan dataran pantai seperti batuan sedimen, batu gamping, gunung api dan endapan kuarter yang mengalami pelapukan bersifat urai, lunak, lepas, dan kompak (unconsolidated), sehingga rawan guncangan gempa bumi. Bahkan berpotensi terjadinya gerakan tanah atau longsor dan tsunami.

“Potensi kebencanaan di Sulbar perlu diwaspadai, Sulbar salah satu wilayah yang rawan gempa Itu terlihat dari kondisi geologi dimana Sulbar telah beberapa kali mengalami gempa,” kata Amri, Jumat 14 Januari 2022.

Menurutnya, sejak dulu, tercatat beberapa kali mengalami gempa bumi yang memicu tsunami, yakni tahun 1928, 1967, 1969, dan 1984. Termasuk, gempa bumi pada Kamis 15 Januari 2021 dengan 5,9 magnitudo disusul pada Jumat dini hari 15 Januari 2021 dengan 6,2 magnitudo.

Gempa pada 15 Januari lalu, menimbulkan kerusakan luar biasa itu berada pada kedalaman 10 km, berjarak 35 km selatan Kota Mamuju dan 62,2 Km di utara Kota Majene.

Mengakibatkan 105 orang meninggal dunia, hilang 3 orang, 426 orang luka berat, 2.040 luka sedang, dan 2.703 orang luka ringan. Sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp 206.415.588.200 (data per Januari 2021). Tidak hanya sarana milik pemerintah dan fasilitas umum yang rusak, tapi ribuan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal

Sehingga, sebagai evaluasi terhadap banyaknya rentetan bencana, Pemprov Sulbar melalui BPBD telah melakukan berbagai langkah mitigasi seperti melakukan pemasangan tanda Jalur evakuasi dan menyusun dokumen mitigasi bencana.

“Dari pengalaman ini provinsi Sulbar melalui kami (BPBD, red ) telah melakukan pemetaan mapping terkait sejarah kejadian Sulbar dituangkan melalui berbagai program kedaruratan,” ucapnya.

Program itu seperti, kesiapsiagaan terhadap bencana, pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana, penyusunan rencana kontijensi, pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi kebencanaan.

Termasuk, pengendalian operasi dan penyediaan sarana prasarana kesiapsiagaan terhadap bencana, pengelolaan risiko bencana, pelatihan mencegahan dan mitigasi bencana, penguatan kapasitas kawasan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

Selanjutnya adalah sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) rawan bencana provinsi (perjenis bencana), penguatan kelembagaan bencana daerah, sampai pada pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan penanggulangan bencana kabupaten/kota di wilayah provinsi.

“Seluruh program itu akan disosialisasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menangani bencana itu datang seperti gempa dan tsunami,”ujarnya.

Ia pun berharap, berbagai upaya tersebut harus didukung oleh seluruh stekholder dan pihak terkait termasuk seluruh BPBD yang ada di kabupaten. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *